Binatang Aneh Pemakan Mayat Di Nusa Kambangan -->

Binatang Aneh Pemakan Mayat Di Nusa Kambangan

Sabtu, 12 Agustus 2017


Nusa Kambangan adalah nama sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat eksekusi para napi yang dihukum mati dan juga tempat dikurungnya orang-orang dengan kasus pidana berat.

Nusa Kambangan juga merupakan salah satu Lembaga Pemasyarakatan dengan sistem berkeamanan tinggi di Indonesia. Pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia.

Untuk mencapai pulau ini, orang harus menaiki kapal feri dari pelabuhan khusus yang di kelola oleh Departemen Kehakuman RI.

Dari pelabuhan Sodong menyebrang ke Cilacap, Jawa Tengah selama kurang lebih 5 menit dan bersandar di Pelabuhan Feri Wijayapura di Cilacap.

Tapi, tahukah Anda jika pulau ini mempunyai banyak misteri yang memang telah diyakini oleh warga sipil yang berjaga disana? Beberapa misteri bahkan diakui telah disaksikan langsung oleh para sipil disana.

Salah satunya adalah munculnya Kawuk pemakan Mayat. Bentuknya seperti biawak, berkaki empat, pemakan daging. Penciumannya sangat tajam seperti komodo. Bedanya dengna dua hewan melata itu, kawuk berdiri, liar menyerang manusia.

Warga Solok Timur, Pangandaran, Jawa Barat, pantang menyimpan mayat dirumahnya. Solok secara wilayah Nusa Kambangan, Jawa Tengah.

Jika menggunakan kapal nelayan bisa memakan waktu 4 jam dari pesisir Cilacap. Tempatnya terisolasi. Akses tertutup dan medan sulit sebab jalanannya masih terbatas dan banyak terjal.

Heri, nelayan ikan sekaligus pengantar wisatawan lokal atau mancanegara , membuktikan dengan mata kepalanya sendiri . Gerombolan kawuk mengejar mayat temannya tewas di dekat perkampungan Solok Timur .

Penerangan di Solok belum memadai . Jika malam tiba , genset mulai dioperasikan memasok listrik di desa paling selatan itu . Mengurai rasa penasarannya dengan sosok binatang pencari bangkai itu , dia harus melindungi teman sesama nelayan .

“ Sudah kemalaman, jenazah harus dibawa ke kapal. Soalnya kawuk datang sekitar sepuluh ekor, kita semua buru -buru bawa pergi,” katanya di atas kapal miliknya, di Cilacap , Jawa Tengah .

Penduduk Solok sudah terbiasa sejak matahari terbenam memilih berdiam diri rumah.

“ Kalau malam sudah jarang keluar rumah. Bila keluar minimal harus bawa golok ,” ujar Heri.

Heri mengatakan kondisi menakutkan memang disebar di pulau penjara kelas kakap itu . Selain cerita mistis , hewan -hewan jadi -jadian pun terekam oleh mata penduduk asli . “ Ada juga hewan berkepala anjing , berbadan manusia penuh bulu . Sebutannya aul ,” kata Heri .

Saat itu temannya sedang menebang pohon di tengah pulau . Menjelang sore sosok Aul terlihat sekelebatan mata . Bentuknya aneh , jalannya miring, kepala dan badannya terbalik. “ Dia nggak menyerang, jalan cepat langsung menghilang, ” ujarnya .

Aul diyakini sebagai seseorang sedang menimba ilmu hitam . Sebelum ilmunya sempurna , orang itu berubah menjadi manusia serigala dan kerap memangsa kambing .

Tak ada mengetahui awal ceritanya . Kisah tak berujung , alam menyimpan rahasianya dengan rapat.