Pengorbanan Serka Darwis Sebrangi Sungai Bawa Siswa, Semen, dan Motor -->

Pengorbanan Serka Darwis Sebrangi Sungai Bawa Siswa, Semen, dan Motor

Jumat, 18 Agustus 2017


Bandara Berita - Serka Muhammad Darwis menjadi viral setelah foto-fotonya menyeberangkan anak sekolah di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara beredar dan menuai pujian warganet. Kepada bandaraberita.blogspot.com, Serka Darwis bercerita tentang aktivitas sehari-harinya dan kekagetannya mengapa hal itu jadi viral.

Serka Darwis adalah seorang Babinsa yang bertugas di Desa Maroko, Kecamatan Rante Angin, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Hampir setiap hari, dia harus menantang maut demi membantu siswa dan warga setempat menyeberangi Sungai Rante Angin yang terletak di Desa Maroko.

"Warga yang tinggal di sana maupun anak sekolah, akses yang termudah begitu (menyeberangi sungai). Itu menghubungkan dua desa dan dua kecamatan. Akses pendidikan maupun pasar, harus melewati itu (sungai)," kata Serka Darwis saat d'Happening yang ditayangkan Sabtu (19/8/2017).

Foto-foto Serka Darwis yang viral ini diunggah di akun Instagram Kodam Hasanuddin. Gondola serta tali untuk menyeberangi sungai sendiri dibangun pada 2012. Sebelumnya, warga terpaksa harus berenang di sungai padahal bahaya.

"Bahayanya ketika terjadi kecelakaan, jatuh ke air. Kedalaman air kalau musim sekarang 2-4 meter. Sekitar situ ada batu besar, arusnya luar biasa. Batu yang besar saja hanyut. Orang nyebrang sungai kita larang," ungkapnya.

Setiap hari, Serka Darwis menyeberangkan anak-anak yang hendak berangkat sekolah. Usai salat Subuh, dia sudah mengambil handuk dan beranjak ke sungai. Mandi pun dilakukan di sungai.

"Dia kalau tidak ada yang menyeberangkan, main di air bahaya," ujarnya.

Bukan cuma anak sekolah, Serka Darwis juga menyeberangkan ibu-ibu yang hendak pergi maupun pulang dari pasar. "Kalau saya belum pulang, saya bantu. Terus, balik dari pasar itu beli beras," ucap Serka Darwis.

Hal itu jadi rutinitas sehari-hari Serka Darwis di Desa Maroko. Jatuh ke sungai? Itu juga pernah dialaminya. Ada pula kejadian tidak terlupakan saat motor yang dibawanya di gondola tiba-tiba jatuh ke sungai.

"Itulah kelalaian. Jatuh karena kelalaian. Kemampuan terbatas, naik semen 5 sak, 1 sak 50 kg, 2 kuintal. Tambah motor, tambah kita. Copot, jatuh. Papannya yang jatuh," cerita Serka Darwis.