Ringgit di Indonesia, Rupiah di Malaysia -->

Ringgit di Indonesia, Rupiah di Malaysia

Senin, 28 Agustus 2017


Bandara Berita - Kawasan tapal batas Indonesia dan Malaysia menjalin interaksi ekonomi yang intens. Selain aliran barang dan manusia melintasi batas negara, mata uang kedua negara secara luwes dipakai di kawasan perbatasan.

Sabtu (15/7/2017), BandaraBerita mendatangi Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Di Pasar Entikong, penggunaan mata uang Ringgit Malaysia di teritorial Indonesia telah lazim digunakan.

Kami menemui Ringgit pecahan 1,5,20, juga 50. Orang-orang Malaysia sering berbelanja ke sini, terutamanya pada hari Sabtu dan Minggu. Ini dikatakan oleh Slamet Deni (48), pedagang sayur-mayur di sini.

"Kita samakan kursnya," ucap Deni yang mengaku tak memahalkan harga bila ada orang Malaysia membeli dagangannya.



Istri Deni, yakni Daira (48) memperlihatkan uang-uang Ringgit yang dia punyai. Konon orang-orang Malaysia suka belanja hasil bumi Indonesia karena masih relatif bebas dari pupuk kimia ketimbang hasil bumi dari negaranya.

"Hasil di sini memang murni, nggak menggunakan pupuk kimia. Paling pupuk kandang," ucap Deni yang mendatangkan barang dagangannya dari Balai Karangan Kecamatan Sekayam, sebagian bahkan dari kebunnya sendiri. Ada timun, kentang, bawang bombay, labu, jahe, jengkol, dan lain sebagainya.

Para pedagang di sini juga menjual sebagian sayur-mayur yang didatangkan dari Malaysia, menurut pengakuan mereka, harganya lebih murah daripada sayur-mayur dari Indonesia. Contohnya wortel, kol, dan kentang. Tapi kata mereka, orang Malaysia datang berbelanja ke sini karena harganya sangat ekonomis.



"Tapi ada juga orang Malaysia yang beli banyak sayur-mayur dari petani di sini, minta turun harga. Mereka akan menjualnya lagi di Malaysia," ujar seorang pedagang bernama Verawati (32).

Duit ringgit dia perlihatkan. Kebanyakan yang dipakai adalah 1 Ringgit, 10 Ringgit, dan 20 Ringgit. Duit ini bisa dipakai bila ada pembeli dari Malaysia yang perlu kembalian dalam bentuk mata uang ini.

Kami melintasi batas negara menuju kawasan Tebedu, daerah Serian, Negara Bagian Sarawak Malaysia. Sekitar 10 menit dari perbatasan, terdapat kompleks pertokoan yang biasa digunakan orang Indonesia untuk membeli barang-barang atau sekadar mencari cinderamata.

Kami berhenti di salah satu toko saat pukul empat sore. Sayang sekali, toko itu sudah tutup. Namun kompleks pertokoan selanjutnya masih buka. Tulisan di gedung terbaca 'Guan Tan Company'. Di salah satu toko di sini, banyak dijual produk-produk kemasan, seperti supermarket pada umumnya. Di antara produk-produk Malaysia dan negara lain, ada pula produk mi instan asal Indonesia, lebih dari satu merek.

Makanan, minuman, cokelat, es krim, semua ada di sini. Ada es krim bermerek produk cokelat yang jarang ditemui di Indonesia, misalnya es krim Kit Kat atau Milo. Bila ingin cari suvenir, di sini dijual gantungan kunci atau kaus.

Bagaimana membayarnya? Bagi pengunjung dari Indonesia, jangan ragu-ragu untuk menggunakan Rupiah. Teman saya membayar menggunakan Rupiah, namun dia mendapat uang kembalian berupa Ringgit.