Ini 5 Faktanya, Diancam Si 'Tante' Hingga Direkam di Hotel Bandung -->

Ini 5 Faktanya, Diancam Si 'Tante' Hingga Direkam di Hotel Bandung

Rabu, 17 Januari 2018


Mayasi Berita - Video dua bocah yang diajak mesum oleh seorang wanita di sebuah hotel membuat geger banyak orang.
Video berdurasi satu jam ini juga dikhawatirkan banyak pihak, terutama bagi kondisi bocah yang diduga berusia sekitar 10 dan 14 tahun di dalam video itu.
Pihak kepolisian pun tengah gencar mengusut para pelaku yang terlibat dalam video tersebut.
Bahkan pengamat pun berpandangan kalau kejadian ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah, ditengah gencarnya memberantas anak jalanan.
Berikut 5 fakta soal video viral mesum bocah yang dirangkum TribunnewsBogor.com dari berbagai sumber.
1. Anak Jalanan
Dari dua bocah yang terlibat dalam video tersebut, diduga salah satunya merupakan anak jalanan.
Dikutip dari Tribun Jabar, hal itu terungkap dari percakapan dalam video berdurasi 1 jam 11 menit itu.
Pada adegan pembuka tayangan tersebut, terlihat seorang wanita berinisial I masuk ke dalam sebuah kamar hotel.
I mengenakan kacamata, baju berwarna hitam dan rok sepaha berwarna putih.
Di belakangnya datang seorang bocah yang mengenakan sweater berwarna merah muda, diketahui belakangan anak tersebut berinisial D.
“Saya belum makan, haus, tadi habis ngamen, tadi D ngomong begitu,” ujar I ketika berbicara kepada seorang lelaki yang diduga merekam video tersebut atau kita sebut saja P.
Percakapan selanjutnya terjadi namun untuk hal tertentu tidak dilanjutkan dalam tulisan ini.
2. Direkam di Sebuah Hotel di Bandung
Video mesum dua bocah dan seorang wanita dewasa direkam di Bandung, Jawa Barat.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, telah melakukan penyelidikan terkait video porno yang viral di media sosial.
"Dan kita sudah bekerja sama dengan Polda Jabar. Kasus ditangani oleh Polda Jabar," ujarnya dikutip dari Tribunnews.com.
Adi menerangkan, lokasi direkamnya video berada di Bandung.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus mengatakan, tiga pemeran dalam video belum ditangkap.
"Belum, kita masih lidik dulu cuman lokasinya di sekitar Bandung sini," ujar Yusri.
Yusri menerangkan, video direkam di salah satu hotel di Bandung.
Penyidik kepolisian masih melakukan penelusuran, termasuk kemungkinan dua bocah itu merupakan anak jalanan.
"Masih kita lidik," ujar Yusri.
3. Situs Berbahaya
Ramainya berita soal video mesum ini sontak membuat banyak orang penasaran dengan videonya.
Bahayanya, momen ini justru dimanfaatkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab dengan memberikan link palsu video itu dan bisa berujung pada penipuan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pihaknya kini masih melakukan penyelidikan terkait video itu.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar jangan asal membuka situs-situs berkonten pornografi.
Banyak pihak yang memanfaatkan situs-situs tersebut untuk melakukan tindak pidana.
"Situs begitu biasanya phising, berisi spam. Berbahaya," ujar Argo dikutip dari Kompas.com.
Selain itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai, beredarnya video tersebut dapat berdampak negatif terhadap anak di Indonesia.
Anak-anak dikhawatirkan akan meniru perbuatan tak senonoh tersebut.
"Jika video tersebut terus beredar, bisa berpotensi peran-peran yang ada di video itu diimitasi oleh anak. Ini berbahaya," kata Susanto.
4. Bocah Dipaksa si Wanita
Bocah seusia murid sekolah dasar dalam video mesum yang kini tengah viral diduga merupakan seorang anak jalanan.
Hal tersebut diketahui dari percakapan pemeran wanita dengan seorang pria yang merekam video.
“Watir bieu keur ngamen, terus ku aing diajak, hayu ngilu jeung aing (kasihan lagi ngamen, terus saya ajak, ayo ikut dengan saya),” ujar wanita tersebut.
Pada menit selanjutnya dalam video, wanita itu sempat mengancam si bocah yang sempat menolak melakukan perintahnya.
Ia mengancam akan melaporkan bocah tersebut ke ibunya.
“Pokoknya lakukan seperti yang kemarin, kalau tidak mau enggak akan diajak lagi, nanti saya akan laporkan ke ibu kamu, biar dimarahin terus disuruh ngamen lagi,” kata si pemeran wanita dalam video.
5. Polisi Buru Pembuat Video Mesum
Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsu) Polda Metro Jaya (PMJ), AKBP Roberto Pasaribu menyebut bahwa pihaknya tengah memburu pembuat film porno threesome anak-anak.
Video porno antara wanita dewasa dan dua bocah laki-laki tersebut cukup meresahkan masyarakat.
“Kami sedang selidiki beredarnya video porno tersebut,” kata Roberto ketika dikonfirmasi Warta Kota, Kamis (4/1/2017).
Pihaknya, lanjut Roberto masih mencari tahu di mana dan kapan video tersebut dibuat. Sementara, video itu kini telah beredar luas di masyarakat.
“Ini sangat meresahkan. Kami segera tindak. Kami harap masyarakat juga tidak turut menyebarkannya,” kata Roberto.
Seperti diketahui dalam video berdurasi 1 jam 11 menit itu pada awalnya tampak seorang wanita dan bocah laki-laki masuk ke dalam ruangan yang diduga kamar hotel.
Bocah itu diperkirakan baru berusia tujuh tahun. Lalu bocah yang dipanggil oleh perekam dengan sebut Ddn itu, dimandikan oleh wanita yang dipanggil dengan nama Intan.
Perekam video itu sendiri terdengar seorang laki-laki dewasa. Mereka semua berlogat Jawa Barat. Tampak juga beberapa botol bir merek kenamaan berada di meja.
Ddn sempat mengaku habis mengamen. Lalu dalam video itu Ddn juga diberi sebuah mainan.
Usai itu mereka makan bersama. Kemudian aksi bejat wanita itu pun mulai dilakukan terhadap bocah laki-laki tersebut. Namun tak lama kemudian turut hadir seorang bocah laki-laki berusia kurang lebih 14 tahun.
Mereka melakukan aksi bejatnya bertiga dan mengakhirinya dengan mandi bersama. Namun dalam video menit terakhir tampak seorang wanita.
6. Jangan Sebar Videonya !
Terkait beredarnya video yang menampilkan anak di bawah umur tersebut, Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Indragiri Amriel ikut angkat bicara.
Indragiri menjelaskan, bila benar bocah dalam video tersebut adalah seorang anak jalanan, maka hal itu bisa jadi tamparan keras bagi pemerintah.
"Jika demikian, ini tamparan keras bagi pemerintah yang sedang bergiat mengampanyekan Indonesia bebas anjal (anak jalanan)," kata Indragiri dalam pesan singkat yang diterima TribunJabar.co.id, Jumat (5/1/2017).
Indragiri menambahkan, eksploitasi terhadap anak jalanan bisa jadi merupakan lahan baru mencari keuntungan. Baik untuk si anak jalanan atau penyalurnya.
"Ini eksploitasi majemuk. Untuk hubungan seksnya dan untuk videonya," ujarnya.
Indragiri berharap semua pihak tidak menyebarkan foto dan video bocah dalam video yang sedang viral tersebut.
Menyebarkan video, kata Indragiri, itu sama saja menambah kesulitan dan penderitaan si bocah.